Breaking News: Pelaksanaan Gathnas dan Munas Zigath Ditunda

BERITA ZIGATH – Pelaksanaan Gathering Nasional ke-5 dan Musyawarah Nasional ke-3 Zigath Zippo Club Indonesia, diputuskan untuk ditunda. Sedianya, gathnas dan munas akan diselenggarakan di Banyuwangi, Jawa Timur, pada 25-26 Juli mendatang.

“Penundaan terpaksa kami lakukan, mengingat pandemi Covid-19 belum diketahui kapan akan berakhir. Namun, kami berharap pelaksanaan gathnas dan munas bisa berlangsung sebelum akhir tahun,” kata Ketua Umum Zigath Topo Ngudi Utomo.

Menurutnya, keputusan itu diambil setelah dilakukan rapat Pengurus Pusat dan Region Zigath secara online. Pada dasarnya, sejumlah pengurus region setuju mengenai kapan penundaan waktu pelaksanaan tersebut.

Hanya saja, waktu penyelenggaraan yang diusulkan berbeda-beda. Antara lain seperti yang diusulkan oleh Ketua Zigath Jakarta Medi Katro, yang mengusulkan pelaksanaan gathnas dan munas dilakukan pada Agustus.

“Bagaimana bila dilaksanakan Agustus? Sebab bila menunggu situasi benar-benar kondusif, maka pelaksanaan yang ideal adalah tahun depan,” ujarnya. Situasi kondusif yang dimaksud adalah aman dari segi kesehatan maupun keuangan calon peserta yang sudah kembali normal.

Sedangkan Ketua Zigath Lancang Kuning (Ziglack) Riau, Oktovani Dwi Kurniawan mengusulkan, pelaksanaan sebaiknya September. “September boleh juga dan insyaAllah sudah normal,” tandasnya.

Protokol
Sementara perwakilan dari Zigath Tangerang Raya (Zigath Tangray) MU Madjid mengusulkan, pelaksanaan diundur di minggu ke-4 Oktober. “Namun dengan tetap menerapkan protokol yang ada,” tegasnya.

Pendapat lainnya muncul dari anggota Divisi Keanggotaan Zigath Tofi Qurrohman. Dia mengusulkan pelaksanaan diundur pada bulan November. Adapun Ketua Zigath Sidoarjo, Jombang dan Mojokerto (Zijoker) Muhammad Affandie mengusulkan pada Desember.

“Hal itu karena sebagian besar cuti bersama dialihkan ke bulan Desember. Insya Allah dan semoga di akhir tahun semua sudah normal sediakala,” jelasnya.

Masukan juga datang dari Ketua Zigath Sriwijaya (ZSriwijaya) Octavianus Leonardus Pattiwael, yang menyarankan agar pelaksanaan menunggu situasi kondusif terlebih dahulu. “Hal itu karena, keselamatan bersama jauh lebih penting,” tandasnya.

Penegasan itu kemudian diamini oleh Ketua Zigath Siger (Ziger) Lampung, Callibris Frank Zippo. “Setuju,” tegasnya singkat. Menyambung penegasan tersebut, Ketua Zigath Siginjai (Ziginjai) Jambi, Eko La Russo juga turut mengiyakan.

“Pokoknya saya sama dan ngikut region tetangga,” katanya bersemangat. Dalam kesempatan itu pula, Bendahara Zigath Christarisa Nindapitra mengaku sependapat dengan usulan ZSriwijaya dan menunggu situasi benar-benar kondusif.

“Sebab, belum ada kepastian kapan wabah mereda. Jika dipaksakan harus bulan ini atau bulan itu, takutnya malah kenapa-kenapa. Semua pasti berdoa wabah ini segera hilang, atau minimal mereda,” jelasnya.

Ditunda
Sedangkan anggota Divisi Sosial Zigath Den Mar Kay menyarankan agar pelaksanaan ditunda dulu. “Kalau tidak bisa tahun ini, lalu mau bagaimana lagi? Sebaiknua tunggu ekonomi, kesehatan dan semuanya stabil. Jangan dipaksakan bila tidak nanti malah kurang maksimal,” tukasnya.

Sementara, Ketua Zigath Kota Patriot (Zikopat) Bekasi, Abi Keenan mengusulkan, kepastian waktu didiskusikan setelah new normal sudah diberlakukan di seluruh Indonesia. “Hal itu agar persiapan lebih maksimal, baik untuk panitia, peserta dan masyarakat sekitar kegiatan,” ucapnya.

Sedangkan salah satu pengurus Zigath Surabaya Chapter Eka Ndoet mengusulkan, pelaksanaan gathnas dan munas diselenggarakan pada Febuari tahun depan. “Biar kesehatan ekonomi benar-benar sehat,” tuturnya.

Pendapat lain disampaikan Ketua Zigath Ponorogo (Zigo) Boyanto, yang mengusulkan pengondisian waktu mengikuti informasi dari wilayah yang menjadi tuan rumah. “Hal itu karena terkait peraturan daerah yang mungkin saja berbeda-beda,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Ketua Zigath Oosthoek van Java (Zigath OVJ) Zaldin Abdi Maulana menyatakan kesiapannya selaku tuan rumah. Sehingga pada intinya, kapanpun diadakan siap dan dengan memperhatikan protokol kesehatan.

“Namun kalau diadakan pada bulan Desember, terlalu riskan. Hal itu karena mepet dengan cuti panjang,” terangnya.

Normal
Dia menambahkan, kehidupan di Banyuwangi sudah berangsur normal. Dimana per tanggal 2 Juni lalu, sejumlah hotel sudah mulai buka dan menerima tamu.

Dengan adanya masukan tersebut, Topo memutuskan kondisi memang belum memungkinkan untuk melaksanakan gathnas dan munas sesuai jadwal. Sehingga, agenda tersebut harus diundur.

“Meski demikian, kami masih optimis bahwa agenda tersebut masih bisa dilakukan pada tahun ini. Tentunya bila kondisi sudah memungkinkan,” imbuhnya.

Dikatakan, bila sudah ada kepastian waktu, akan diumumkan selambatnya dua bulan sebelum pelaksanaan. Hal itu untuk menghindari terlalu mepetnya pengumuman dengan jadwal.

Dia menambahkan, sejumlah persiapan terus dilakukan oleh Pengpus dan Zigath OVJ. Antara lain pengadaan Zippo untuk merchandise dan desain serta lokasi acara.

“Yang jelas, sejumlah persiapan terus berjalan. Apalagi, dana yang dikeluarkan untuk penyelenggaraan gathnas dan munas cukup besar. Sehingga, penundaan ini bukan karena kurangnya persiapan, melainkan karena memang sulit memprediksi kapan pandemi Covid-19 berakhir,” paparnya.

Topo menambahkan, jarak dua bulan antara pengumuman kepastian penyelenggaraan gathnas dan munas adalah agar ada cukup waktu bagi peserta untuk mempersiapkan. Antara lain pemesanan tiket dan sebagainya.

“Setelah ada tanggal yang pasti, maka secepatnya akan kami umumkan,” tegasnya. Penundaan dimaksudkan untuk memberikan kepastian kepada seluruh anggota, panitia dan Pengpus dan Region Zigath.”(B)

Cc : Dewan Penasehat Zigath
Om Oded
Om Feriqo Amri
Om Subhan Toba

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.