Oleh-oleh dari Solo (Bagian III): Region Baru Siap Jaring Anggota

SELAIN merchandise Zippo dan kaos yang bisa dibawa pulang, ada kenang-kenangan lain dari ajang Gathering Nasional 4 Zigath Zippo Club Indonesia di Solo, 24 – 25 Agustus 2019. Kenang-kenangan itu adalah lahirnya lima region baru.

Kelima region baru itu adalah Zigath Sumut (Zigath Sumatera Utara – Medan), ZigLack (Zigath Lancang Kuning – Pekanbaru), Zipak (Zigath Ngapak – Purwokerto dan sekitarnya), Zigo (Zigath Ponorogo) dan Zigman (Zigath Manado).

Pengukuhan kelima region tersebut dilakukan oleh Ketua Umum Zigath Topo Ngudi Utomo dalam gathnas. Menurutnya, belakangan ini jumlah region dan anggota Zigath terus berkembang.

Sejumlah daerah saat ini justru mendeklarasikan diri untuk bergabung menjadi keluarga besar Zigath. Sejauh ini, terdapat 27 region yang telah berdiri di seluruh Indonesia

Dalam kesempatan itu, region yang baru terbentuk diingatkan agar segera melakukan konsolidasi. Sehingga, dapat berperan aktif untuk bersama-sama membesarkan Zigath.

Adapun Bendahara ZigLack OppizAndi menuturkan, ide awal pembentukan region tersebut berawal dari kopdar perdana pada 25 Oktober 2018 lalu. Ide itu muncul mengingat sudah banyak region di daerah lain.

“Penggemar Zippo di wilayah ini cukup banyak. Namun, belum belum ada komunitas pecinta Zippo di Riau,” paparnya sambil mengelus bucklenya.

Oleh karena itu, ZigLack yang saat ini dikomandoi oleh Oktovani Dwi Kurniawan, dirinya dan Tofik, akan berusaha keras mengajak para pengguna Zippo di Riau untuk bergabung.

Kemudian, mereka akan bersama-sama membesarkan ZigLack. Apalagi, kata dia, ZigLack adalah merupakan wadah tempat berkumpulnya pecinta Zippo di Riau.

“Kami sadar, tidak mudah untuk mengumpulkan para penggemar Zippo di wilayah kami. Salah satunya karena kesibukan masing-masing,” katanya sambil melepas buckle yang kini sudah berganti pemilik.

Kesamaan Hobi
Sedangkan Ketua Zigman Hatta Arisandi menuturkan, komunitasnya berawal di Bandara Sam Ratulangi, Manado. Kesamaan hobi menggunakan dan mengoleksi Zippo, membuat mereka sering berkumpul di bandara tersebut.

“Karenanya, untuk mengumpulkan anggota tidak terlalu sulit. Hal itu karena sebagian besar dari kami bekerja di lingkungan bandara Samrat dan mudah untuk bisa kopdar,” jelasnya.

Hatta menambahkan, Dalam waktu dekat ini akan dilaksanakan pertemuan. Yakni untuk menginventarisir dan menyusun database pengguna Zippo yang ada di Kota Manado.

“Kami berharap, Zigath bisa menjadi lebih besar dan dikelola dengan lebih profesional. Sehingga Zigath bukan hanya sekedar untuk kumpul-kumpul biasa, melainkan bisa lebih dikembangkan lagi,” tuturnya.

Misalnya, membuat event seperti pameran atau yang lainnya dan berskala nasional/internasional. Selain itu, Zigath juga dapat menjadi media edukasi bagi seluruh pecinta Zippo.(Bersambung)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.