Sebagian Besar Hazmat dan Sembako Telah Disalurkan (Bagian V)

SEBANYAK tiga region Zigath Zippo Club Indonesia telah menyalurkan alat pelindung diri (APD) berupa hazardous material (hazmat) kepada dua rumah sakit, satu puskesmas dan dua klinik. Selain itu, sejumlah region juga telah menyelesaikan penyaluran paket sembako.

Salah satu region yang mendistribusikan paket hazmat adalah Zigath Salatiga, Ambarawa dan Sekitarnya (Zigsas). Paket tersebut didistribusikan ke Klinik Utama Graha Medika sebanyak 15 unit, yang diterima langsung oleh Direktur Klinik dr. Gamasita, SpS.

“Sedangkan yang kedua, 10 unit hazmat diserahkan ke klinik STIBA UKSW, yang diterima oleh bidan Tyas, yang saat itu sedang bertugas. Sementara yang ketiga adalah pendistribusian paket sembako sebanyak 25 paket di Jalan Seruni RT 06/03 Kelurahan Sidorejo Lor Kecamatan Sidorejo,” kata Ketua Zigsas Nyoto Yulianto.

Dia menambahkan, bantuan paket sembako tersebut berasal dari Zigsas. Adapun pemilihan tempat tersebut, karena kebetulan zona itu sangat merah dan bahkan benar-benar lockdown.

“Sebab, banyak orang yang terpapar Covid-19 beberapa waktu terakhir ini. Semoga yang kami lakukan, bermanfaat untuk semua dan menjadikan berkah,” ujarnya saat menyerahterimakan paket kepada Ketua RW Hermawan, yang selanjutnya menyerahkannya kepada mereka yang membutuhkan.

Kepada relawan yang hadir saat itu, Hermawan mengucapkan banyak terima kasihnya untuk Zigsas dan Zigath. “Karena sudah peduli dengan rakyat yang membutuhkan bantuan,” ucap Hermawan.

Sedangkan Zigath Oosthoek Van Java (Zigath OVJ) menginformasikan, lima paket hazmat telah disalurkan ke RSU PKU Muhammadiyah Banyuwangi. Paket tersebut diterima oleh dokter jaga yang saat itu tengah bertugas.

“Terima kasih kepada Zigath atas bantuan APD-nya. Sebab, sangat jarang ada bantuan APD sampai di rumah sakit kecil. Hal itu karena rata-rata bantuan APD masuk ke RSUD,” tutur Ketua Zigath OVJ Zaldin Abdi Maulana mengutip ucapan dokter jaga yang kebetulan lupa ditanyakan namanya.

Digunakan Petugas
Dalam kesempatan itu, 20 paket bantuan hazmat juga disalurkan oleh Zigath OVJ kepada RSI Fatimah Banyuwangi. Menurut Humas RSI Suprapto, bantuan hazmat tersebut akan digunakan oleh petugas tenaga kesehatan. “Khususnya yang berada di garda depan dan isolasi pasien Covid-19. Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Zigath,” tandasnya.

Adapun dr Asriningtyas Megawati dari RSI menambahkan, untuk memenuhi kebutuhan APD selama ini, pihaknya memproduksi sendiri. “Namun jumlahnya memang terbatas. Beberapa waktu lalu, ada juga bantuan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi,” paparnya.

Adapun dari Daerah Istimewa Yogyakarta dikabarkan, 25 unit paket hazmat telah diserahterimakan oleh Jogja Region Zigath (JReZ) kepada Ari Parwoto, yang merupakan petugas piket Puskesmas Bambanglipuro, Kabupaten Bantul. Dari serah terima itu juga diketahui, sebanyak satu kampung di wilayah itu terpaksa dikarantina.

“Sebelumnya ada empat orang yang positif Covid-19, namun ketahuannya belakangan dan sudah berkeliling kampung, sehingga mengakibatkan satu kampung dikarantina. Selain itu, ada juga warga yang baru pulang dari Jakarta klaster baru dari salah satu pusat perbelanjaan di Jalan Magelang, Yogyakarta,” ungkap Ketua JReZ Agung Ider Prabowo.

Dia menambahkan, jumlah kampung yang dikarantina sekitar 2 RT atau sekitar 100 orang kepala keluarga. Dalam kesempatan itu, dia menyampaikan pesan dari Ari Parwoto.

“Pak Ari mendoakan agar keluarga besar Zigath dan JReZ diberikan kesehatan. Selain itu juga diharapkan tetap memiliki kepedulian kepada sesama serta berpesan agar tetap di rumah saja dan menggunakan masker,” terangnya.

Terpisah, Zigath Buitenzorg (Ziborg) Bogor juga telah menyelesaikan penyaluran 50 paket sembako. Mereka yang menjadi terget sasaran adalah yang secara ekonomi terkena imbas dati pandemi Covid-19. “Sebelum ada pandemi, kehidupan mereka sehari-hari memang sudah termasuk kekurangan. Ditambah lagi dengan masalah yang timbul sekarang,” tutur Ketua Ziborg Omesing Budianto.

Dikatakan, para penerima bantuan tersebut berada tidak jauh dari tempat tinggal warga Ziborg. Sehingga, sasaran dengan mudah dapat ditentukan dan bantuan yang diberikan tepat sasaran.

Kurang Mampu
Selanjutnya dari Zigath Region Semarang (Zigres) diketahui, pembagian paket bantuan sembako kepada 50 orang warga kurang mampu, berjalan dengan lancar dan sukses. Paket disalurkan ke daerah Kedungmundu dan pinggiran kampung.

“Sasaran kami adalah janda dan duda lanjut usia yang tidak berpenghasilan. Termasuk juga janda lansia yang sedang sakit. Kebetulan, Pemerintah Kota Semarang memiliki program ‘Jogo Tonggo’ dan kami aplikasikan dalam program penyaluran bantuan sembako kali ini,” terang Ketua Zigres Anantha Garashi.

Dia menambahkan, para penerima sembako sangat bersyukur dan berterima kasih. “Tak lupa mereka memanjatkan doa agar semuanya diberikan kesehatan dan umur panjang,” imbuh Anantha menahan haru.

Dalam penyaluran bantuan tersebut, region tersebut juga melibatkan sejumlah Srikandi Zigres. Bahkan, para Srikandi tersebut terlihat sangat bersemangat membagikan paket sembako.

Dari Purwokerto diberitakan, 50 paket bantuan sembako telah berhasil didistribusikan di RW 8 Kelurahan Arcawinangun, Kecamatan Purwokerto Timur. Menurut Ketua Zigath Ngapak (Zipak) Saifuddin Pwt, koordinasi telah dilakukan jauh hari sebelumnya.

“Sehingga pada saat pembagian, penerima sudah berkumpul di kediaman Pak RW Dedi Purwinto,” jelasnya. Sekretaris Zipak Andhika Nur Wicaksono menambahkan, sisa paket yang ada kemudian dipasrahkan kepada RW untuk disalurkan kepada mereka yang berhak.(BERSAMBUNG)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.