Tentang Zigath

Zigath adalah klub sosial yang menaungi para penggemar korek api bermerk Zippo, yang diproduksi oleh Zippo Manufacturing Company, di Bradford, Amerika. Sebagai sebuah komunitas, Zigath telah dicatatkan di Kementerian Hukum dan HAM.

Zigath mendeklarasikan diri sebagai organisasi yang mengusung semangat Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Walaupun berbeda-beda asal-usul dan latar belakang anggotanya namun tetap satu jua. Persinggungan yang dilatarbelakangi suku, agama, ras dan antar golongan diharamkan di komunitas ini. Hal tersebut secara tegas mereka tuangkan dalam konstitusi dan AD/ART Zigath.

Sebelum berganti menjadi Zigath, komunitas penggemar Zippo di Indonesia dikenal dengan nama ID-Zippo. Dirintis sejak 2010-an melalui forum diskusi di Kaskus, ID-Zippo akhirnya dideklarasikan secara online pada 11 Februari 2011. Para pendirinya antara lain Subhan Toba (Tangerang), Albert L. Hasibuan (Jakarta), Dedi Sutjiatmadja (Jakarta), Dwi Heri Istiaronie (Bandung), Bambang Setyawan (Bali), serta Chandra Setiawan (Surabaya). Subhan Toba dipercaya menjadi ketua pertama ID-Zippo.

Sebagai sebuah klub komunitas, perjalanan ID-Zippo sempat diwarnai pasang-surut. Dalam catatan yang ditulis Subhan Toba, ID-Zippo bahkan sempat mengalami kevakuman aktivitas organisasi.

Seiring dengan mewabahnya tren digital media sosial semangat dan antusiasme para penggemar Zippo kian terkerek naik. Hal itu makin menguatkan cita-cita untuk bisa mempersatukan mereka yang berserak di berbagai kota. Pada 2014, misalnya, komunitas Zippo di Bandung menggelar sebuah acara halal bi halal. Acara ini sukses, penuh sesak dihadiri para penggemar Zippo.

Lewat berbagai acara yang disosialisasikan melalui jejaring media sosial inilah panggilan untuk mengonsolidasikan diri dalam sebuah organisasi kembali meruap.

Bersama dedengkot penggemar Zippo dari Tasikmalaya, Dedi Syafarudin, Subhan Toba berusaha menyisir kembali komunitas ini. Deddy yang akrab dipanggil Oded, mulai bergerak. Kota-kota seperti Yogyakarta, Solo, Semarang, Surabaya, hingga Denpasar ia sambangi satu per satu. Toba sendiri bertugas mengonsolidasikan komunitas di Jabodetabek, yang dikenal memiliki anggota solid, kreatif sekaligus militan.

Gerilya kota yang dilakukan Oded dan Toba membuahkan hasil. Berbagai komunitas Zippo di daerah bersepakat menggelar musyawarah nasional di Villa Millenium Kaliurang, Yogyakarta, pada 19-20 September 2015.

Konsolidasi organisasi yang dihadiri oleh perwakilan komunitas dari Semarang (Hosia Singgih dan Frenki Bob Harapan), Bandung (Ryan Ardhiansyah dan Sandy Herdiana), Yogyakarta (Feriqo A. Yogananta dan Ginanjar Budi Satrio), Solo (Tri Yulianto dan Wilis Nalagnie) serta Jabodetabek (Reza Kharisma) itu akhirnya menyepakati pergantian nama ID-Zippo menjadi Zigath. Dalam forum itu, Hosia Singgih didapuk menjadi ketua umum, sedangkan Dedi “Oded” Syafarudin dan Feriqo A. Yogananta ditunjuk sebagai pembina Zigath.

Ikhwal hilangnya nama “Zippo” pada organisasi, menurut Hosia, tak lain karena perusahaan pemilik merek Zippo itu tidak memperkenankan nama tersebut dipakai atau disematkan pada sebuah komunitas. Karena itulah nama organisasi itu diubah menjadi Zigath. Ada yang menyebut, kata “Zigath” berasal dari Zippo gathering.

Selain memiliki roda organisasi yang berjalan kencang, solidaritas antar sesama anggota komunitas ini juga tergolong kental. Acapkali mereka menggelar lelang amal yang ditujukan untuk para anggota yang tengah tertimpa musibah.