Zigath OVJ Ajak IdeeCare Sumbangkan Hazmat

ADA begitu banyak cara untuk berbuat kebaikan. Apalagi, di tengah pandemi virus corona baru (Covid-19) yang belum diketahui kapan berakhirnya ini.

Salah satunya adalah menyumbangkan alat pelindung diri (APD) berupa hazmat kepada rumah sakit. Kondisi semacam ini membuat Zigath Oosthoek van Java (OVJ) berinisiatif untuk menghubungkan donatur dengan RS.

Kali ini, kelompok IdeeCare yang merupakan warga Jakarta asal Banyuwangi, Jawa Timur, tergerak untuk menyumbangkan 50 unit hazmat kepada RS Islam Fatimah Banyuwangi, Jawa Timur.

Menurut Ketua Zigath OVJ Zaldin Abdi Maulana, apa yang dilakukannya sebagai penghubung antara donatur dengan RS, didasari niat untuk peduli. Namun karena dana yang dimiliki oleh Zigath OVJ belum terkumpul, maka diajaklah pihak ketiga untuk merealisasikannya.

 

“Hanya ini yang bisa kami lakukan. Tidak banyak, hanya menghubungkan. Semoga bermanfaat bagi semua pihak,” ujarnya saat dihubungi usai penyerahan bantuan tersebut.

Dia menambahkan, wabah Covid-19 memang meluluhlantakkan banyak sendi. Namun dia merasa berbahagia, karena masih ada warga yang peduli dengan daerah asalnya.

“Semoga langkah kecil yang kami lakukan ini, bisa menginspirasi region lain untuk berbuat lebih. Sehingga, komunitas yang kita ikuti ini membawa manfaat bagi pihak lain,” imbuhnya.

Berjihad
Sementara itu, drg. Asriningtyas Megawati dari RSI Fatimah mengatakan, bantuan berupa 50 unit hazmat sangat berarti. Apalagi, merebaknya Covid-19 membuat para petugas medis kewalahan karena kekurangan APD.

“Saat ini, semua tenaga medis RS di Indonesia sedang berjihad melawan pandemi Covid-19. Sehingga, bantuan apapun dalam rangka jihad yang kami lakukan ini, sangat berarti. Terima kasih atas kepedulian ini,” tuturnya.

Adapun IdeeCare yang merupakan akronim dari Ida Bagus, Dinni Rullino, Endah Watiningsih dan Elise Sumono. Sejauh ini, IdeeCare telah menyumbangkan APD ke sejumlah RS di Banten, Jakarta, Bangka, Semarang dan Banyuwangi.

“Kami mendatangkan APD dari luar negeri dan mengirimkan APD melalui jasa kurir ke sejumlah RS yang membutuhkan. Masih ada 2500 unit APD yang kami pesan, namun belum sampai di Indonesia,” ungkap Elise.

Sedangkan sesepuh Ikatan Keluarga Banyuwangi (Ikawangi) Sumono Abdul Hamid mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk keprihatinan atas banyaknya tenaga medis yang berjatuhan menjadi korban, khususnya saat merawat pasien yang terinfeksi Covid-19.

“Banyak dokter dan perawat yang menjadi korban, karena RS tempat mereka bekerja tidak memiliki persediaan APD yang cukup. Ini menimbulkan keprihatinan tersendiri. Alhamdulillah, kami bersyukur warga Banyuwangi di Jakarta tergerak untuk memberikan bantuan ke RS di daerah asalnya,” ucap Sumono.(B)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.